Pantai Kelabu

Maaf, sedang bosan melanjutkan tulisan tentang self development kemarin. Sepertinya saya termasuk orang yang gampang sekali ter-distract. Sebentar-sebentar bosan. Sebagai gantinya, saya tampilkan foto ini.

Saya sampai kesini tahun 2009 yang lalu. Pantai yang sepi. Hanya ada pasir, air laut, awan, sinar matahari sore yang menelusup disela-sela awan. Tak sudi tertutupi eksistensinya.

Read More »

Kenapa Harus Self Development ?

Jika kemarin saya terpikir tentang membuat ceklist kegiatan self development yang sudah dan sedang dimulai sebagai tahapan awal untuk melakukan evaluasi, ada baiknya saya sambung dengan cerita tentang kenapa harus melakukan self development.

Saya pikir pekerjaan saat ini memang harus disyukuri. Karena saya masih punya waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya self development.

Saya masih bisa membaca artikel online. Saya masih bisa belajar fotografi lewat Youtube. Dan saya masih bisa nyetel Spotify. Nyaman bukan ?

Dan kenyamanan itu melenakan. Sempat saya terlena hingga beberapa tahun. Sampai kebosanan susul menyusul. Sampai merasa ada yang keliru dengan hidup saya. Seharusnya tidak begini.

Dan disaat seperti itu, orang gampang terjerumus dalam hal yang negatif. Tanpa disadari. Yang merugikan secara jangka panjang. Minimal rugi waktu. Melewatkan potensi. Tau-tau disekitarnya sudah berubah jadi lebih baik. Tau-tau yang lain sudah jadi lebih maju.

Read More »

Ceklist Kegiatan

Kerugian adalah jika hari ini tidak lebih baik daripada kemarin.

Bagi saya kalimat tersebut adalah sebuah provokasi. Agar siapa saja selalu berusaha menjadi lebih maju. Terus tumbuh dan berkembang. Dinamis tidak statis. Bergerak, tidak diam.

Cukup banyak keinginan untuk menjadi seperti itu. Biasanya saya memaksakan diri untuk mencoba hal-hal yang baru. Untuk mendapatkan pengalaman baru.

Tentu dengan segala resikonya. Harus meluangkan waktu. Harus meluangkan tenaga. Harus mengeluarkan biaya. Harus mengeluarkan pikiran. Too lebay ….

Hal-hal baru yang saya coba biasanya yang bersifat pengembangan diri. Gampangnya, saya ingin melakukan yang belum pernah dilakukan.

Sebagai karyawan, sungguh mudah bagi saya untuk menjadi merasa jenuh dan bosan. Datang kekantor jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Hari Senin sampai Jumat. Weekend libur. Begitu seterusnya.

Jika masa jenuh dan bosan terjadi, saya biasanya tidak bisa melakukan sesuatu. Tidak melakukan hal yang produktif. Paling-paling browsing dan nonton Youtube. Badan dan pikiran hanya mau diajak yang ringan-ringan.

Read More »

Debat

Debat politik. Saya tidak paham salah satu ataupun keduanya. Tidak ada manfaat yang saya rasakan. Pelakunya tidak akan mendapatkan kemenangan. Rasa puas mungkin iya. Tapi tidak akan lama. Haus akan kepuasan lainnya menyusul.

Karenanya debat apapun sebisa mungkin akan saya hindari. Masih bisa hidup dengan nyaman kok meski tanpa debat. Ikut debat bukan hebat. Tidak ikut debat bukan juga berarti tidak hebat.

Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing

Cuplikan diatas saya ambil dari terjemahan KBBI daring untuk kata dasar ‘debat’. Jelas sekali tujuannya bukan untuk mencari titik tengah. Tapi mempertahankan pendapat. Tentunya yang baik adalah yang didukung dengan data dan fakta.

Read More »

Hidup ini aneh

Tidak cuma normal. Hidup ini kadang tidak normal juga. Aneh. Keduanya membentuk hidup. Hidup kita, manusia. Sejak dipikiranpun kadang saya temui ketidak normalan. Minimal di batas kenormalan saya.

Haha makin bingung kan? Arah tulisan ini makin tidak normal. Silakan berhenti kapan saja, tidak usah meneruskan membaca sampai selesai sekiranya dianggap tidak bermanfaat.

Ada 2 pemikiran dan sikap menarik dari kawan yang saya temui dalam 2 minggu terakhir. Lucu karena menurut diluar batas normal saya. Tapi anehnya nyata.

Kawan saya yang pertama penyayang kucing. Dia cerita, kasihan ke kucing betinanya yang sedang birahi. Mengeong kesana kemari di dalam rumah —dia memeliharanya di dalam rumah.

Lucunya, kawan saya ini sempat mengutarakan pilihan alternatif untuk melakukan sterilisasi ke si kucing agar tidak kesakitan saat birahi. Dia menganggap dengan suara mengeong itu suara kesakitan. Entahlah.

Read More »

Ramadhan, Pintu-pintu Dibuka dan Ditutup

Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu

Cukup lama saya menyimpan pemikiran awam tentang hadist ini. Yang pastinya muncul karena keterbatasan pengetahuan saya tentang Ramadhan dan seluk beluknya.

Jika dilihat terjemahan hadist dalam bahasa diatas, nampak cukup jelas. Bahwa pintu-pintu surga di buka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan di belenggu.

Tapi saya malah terbawa logika. Setiap tahun Masehi selalu ada bulan Ramadhan. Ada ibadah wajib bagi muslim selama periode itu. Puasa. Yang berpuasa tentu muslim yang masih hidup.

Nah, surga dan neraka itu kan masih nanti. Logika saya menyentak. Lalu apa terjemahan tadi berarti menyejajarkan yang sekarang dengan yang akan datang. Jadi pintu-pintu yang dibuka dan ditutup itu buat siapa ? buat kapan ? Kan yang puasa masih hidup.

Read More »

Kanvas Kota

Bandung gudangnya kreatifitas. Anak-anak mudanya terutama. Musik, film, tari, buku, gaya hidup, arsitektur, mode, aplikasi, games, fotografi, lukisan, dan yang lainnya. UNESCO pun mengakui Bandung sebagai kota kreatif.

Sayang rasanya jika tidak menikmatinya. Salah satu yang sering saya lihat di jalan Siliwangi. Karya lukis anak-anak seni rupa ITB. Di dinding beton penahan bukit diatasnya.

Lukisan dinding sudah seperti budaya kota. Ada alirannya sendiri. Grafitti atau mural. Bomber, sebutan pelakunya di Indonesia. Banyak yang tergabung. Hampir ditiap kota. Grafittinya juga.

Setiap ketemu lukisan ini, saya sempatkan melihat. Menebak ‘suara’ apa yang diteriakkan oleh pembuatnya. Persis lukisan, tapi ini kanvasnya tembok atau bahkan publik transport. Kanvasnya kota.

Read More »

Demi Pelanggan Yang Selalu Penasaran

Awalnya tetangga saya yang cerita. Ada fasilitas baru di bandara. sebuah layar monitor besar yang menayangkan proses bag handling. “Itu bagus,” katanya “kopernya pake di lap dulu.”

Saya penasaran. Kebetulan beberapa waktu lalu ada kesempatan ke Surabaya. Lewat Bandara. Tapi di terminal keberangkatan saya tidak menemukannya.

Padahal saya sangat ingin tahu. Nasib koper-koper yang di titipkan ke bagasi setelah cek in. Bergerak sepanjang ban berjalan. Dari tempat cek in hingga luggage towing truck.

Read More »

Selera Spooky

Kawan saya langsung berkomentar. “Ih tempatnya spooky.” Dan memang benar. Jika yang dimaksud kawan saya dengan spooky itu adalah gedung dengan ornamen ketinggalan jaman, saya setuju.

Memang, kali ini kami akan mencicipi tempat menginap bernuansa alam di Bogor. Dibangun 1997. Dengan halaman yang sangat luas.

Pertama kesini 2014, sudah cukup lama. Tapi tidak banyak berubah. Halaman depan luas dengan kerbau. Patung seukuran kerbau beneran.

Loby terbuka tanpa dinding. Mirip balai desa diseberang rumah nenek. Kolam ikan dibeberapa sisi membuat adem. Walau sebenarnya pepohonan di halaman sudah mendatangkan hal itu.

Halaman belakang lebih luas lagi. Hampir mirip kebun raya. Tapi dengan penginapan dan segala fasilitasnya. Restauran, kolam renang, lapangan tenis, tempat fitness, playground.

Semuanya dibuat menyatu dengan alam. Terbuka. Kalaupun ada yang indoor tetap dengan kaca lebar. Agar yang didalam tetap merasa satu dengan luar.

Read More »

Kepepet itu baik atau buruk?

Kepepet itu terdesak dalam bahasa jawa. Bisa bermakna secara fisik seperti kondisi berhimpit. Atau juga bisa dimaknai secara non fisik seperti sedang seseorang yang punya pekerjaan begitu banyak tapi harus diselesaikan dengan singkat. Juga seperti tim sepak bola yang harus menang tapi sedang dalam posisi tertinggal dan waktu mendekati akhir.

Seperti Manchester United yang saya ceritakan tentang final liga Champion 1999 di tulisan saya ini. Dalam keadaan tertinggal 0-1 dan sudah memasuki injuri time mereka benar-benar kepepet. Tidak mampu merubah keadaan berarti piala melayang. Pesta buat lawannya. Tapi mereka ternyata mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dengan menyamakan kedudukan dan bahkan membalik kekalahan menjadi kemenangan. Menang 2-1 di menit ke 93.

Heroik, dari kalah berbalik menjadi menang. Salah satu penyebabnya karena kepepet. Tidak punya pilihan lagi selain memberikan yang lebih dari sebelumnya. Dimodali dengan motivasi untuk tidak menerima keadaan yang sekarang. Motivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Seperti Manchester United itu. Mereka tidak mau melepaskan gelar juara yang sudah didepan mata.

Read More »