Memuliakan Tamu

Suatu hari, saat kakak saya menginjak usia SMP Ibu mengajaknya menyiapkan beberapa cangkir teh dan kopi untuk tamunyang datang. Sejak saat itu kakak jadi tahu cara menyiapkan minuman untuk tamu. Memastikan cangkir dan alasnya kering sebelum digunakan, berapa takaran gula kopi yang cukup, bagaimana mengaduknya agar tidak berantakan, dimana posisi telinga cangkir harus diarahkan ketika disajikan.

Hal-hal tesebut nampak remeh temeh dan bertele-tele. Apalagi untuk masa sekarang. Bisa-bisa dianggap terlalu banyak aturan, tidak efektif, dan lainnya. Buat apa susah-susah membuatkan minum, jaman sekarang sudah banyak minuman kemasan. Tinggal letakkan dimeja, bahkan sebelum tamu datang. Tidak repot. Perspektif ini tidak keliru. Apalagi dengan kacamata efektifitas zaman.

Apalagi jika tamunya banyak. Misalnya di acara syukuran pindahan rumah, resepsi pernikahan, atau pengajian akbar.  Berapa gelas yang harus disediakan ? Berapa kecepatan penyiapannya ? Bagaimana cara pembagiannya ? Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk menyiapkan ? Dan beragam pertanyaan lainnya. Tujuannya satu, tidak mengecewakan para tamu. 

Beruntung jaman sekarang sudah ada penyedia jasa catering. Solusi tidak repot bagi sohibul hajat, tapi tetap memuliakan tamunya melalui sajian makanan dan minuman. Penyedia jasa catering yang menanggung resiko capeknya. Hanya perlu biaya lebih. Banyak dimanfaatkan di perkotaan.

Namun masih ada juga yang cukup mengandalkan uluran tangan tetangga-tetangga untuk melakukannya. Umumnya terjadi di lingkungan perumahan yang warganya solid. Sohibul hajat akan meminta tolong seorang yang dituakan untuk membentuk kepanitian. Merekalah nanti yang akan berbagi tugas. Ada yang memasak, membungkus, menyiapkan tenda, memasang penerangan tambahan, menyajikan makanan, membersihkan lokasi, mengarahkan parkir dan lain-lain.

Well, berapa banyak tamunya dan apapun pilihan cara memenuhinya, saya rasa apa yang diajarkan Ibu ke Kakak diawal tulisan ini adalah bagian dari ilmu hidup. Ilmu untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain. Khususnya tamu. Juga merupakan salah satu bentuk sedekah. Bagi yang menyediakan ataupun yang membantu menyiapkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.