Kenapa Harus Self Development ?

Jika kemarin saya terpikir tentang membuat ceklist kegiatan self development yang sudah dan sedang dimulai sebagai tahapan awal untuk melakukan evaluasi, ada baiknya saya sambung dengan cerita tentang kenapa harus melakukan self development.

Saya pikir pekerjaan saat ini memang harus disyukuri. Karena saya masih punya waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya self development.

Saya masih bisa membaca artikel online. Saya masih bisa belajar fotografi lewat Youtube. Dan saya masih bisa nyetel Spotify. Nyaman bukan ?

Dan kenyamanan itu melenakan. Sempat saya terlena hingga beberapa tahun. Sampai kebosanan susul menyusul. Sampai merasa ada yang keliru dengan hidup saya. Seharusnya tidak begini.

Dan disaat seperti itu, orang gampang terjerumus dalam hal yang negatif. Tanpa disadari. Yang merugikan secara jangka panjang. Minimal rugi waktu. Melewatkan potensi. Tau-tau disekitarnya sudah berubah jadi lebih baik. Tau-tau yang lain sudah jadi lebih maju.

Mulailah saya berkenalan dengan hal-hal yang bersifat pengembangan diri. Informal maupun formal.

Saya menjalani hobi, sebagai kegiatan rekreasional di waktu senggang. Pengetahuan jadi bertambah. Networking juga. Ganti-ganti hobi juga.

Lain waktu saya memutuskan untuk mengembangkan diri melalui jalur formal. Melanjutkan sekolah. Walau awalnya ragu, tapi kelar juga. Fokus kepada manfaat yang akan didapat membuat saya terus maju.

Untuk kawan-kawan saya orang kantoran yang sedang memasuki tahap kebosanan, tidak ada salahnya untuk mulai melakukan self development. Berikut beberapa manfaat yang saya rasakan.

  • Menjadi lebih bersemangat. Seperti anak kecil yang punya mainan baru. Selalu ingin memainkannya. Ketika bosan, dia menemukan mainan baru lainnya. Menjalani hidup dengan bersemangat memberikan dampak yang positif.
  • Menemukan hal-hal baru. Dunia ini jauh lebih luas dari yang sudah kita tahu selama ini. Masih banyak hal-hal menarik yang bisa diexplore jauh. Bahkan yang sebelumnya belum pernah terpikirkan oleh kita sekalipun.
  • Banyak pengetahuan dan pengalaman karena banyak mencoba hal baru dan bertemu orang-orang baru. Kedua hal ini berkumpul membentuk sebuah kamus. Semakin banyak isi kamus, semakin kita punya banyak referensi. Semakin banyak mempunyai referensi, semakin mudah menilai sebuah kejadian dengan banyak perspektif. Ini yang dibutuhkan untuk menjadi bijak.
  • Menularkan semangat kepada orang lain. Apalagi yang lebih menyenangkan selain menjadi sumber semangat bagi orang lain dengan berbagi cerita dan contoh tahapan-tahapan yang sudah dilalui dan hasilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.