Pantai Kelabu

Maaf, sedang bosan melanjutkan tulisan tentang self development kemarin. Sepertinya saya termasuk orang yang gampang sekali ter-distract. Sebentar-sebentar bosan. Sebagai gantinya, saya tampilkan foto ini.

Saya sampai kesini tahun 2009 yang lalu. Pantai yang sepi. Hanya ada pasir, air laut, awan, sinar matahari sore yang menelusup disela-sela awan. Tak sudi tertutupi eksistensinya.

Saya tidak turun dari boncengan motor ketika mengambil foto ini. Leluasa sekali menangkap keheningan. Jarang saya temui pantai tanpa seorang pun di Jawa. Ya… saya sedang diantar keliling pulau Belitung.

Pantai kelabu bukan namanya. Itu hanya sebutan saya saja. Ini adalah kawasan pantai tertutup yang gagal di kembangkan. Walau sudah ada satu bangunan penginapan yang belum berfungsi.

Menurut kawan saya, salah satu anak orang nomor satu di negara ini yang dulu menguasainya. Sudah di pagar keliling. Luas. Saya sempat melihat pondasinya.

Sejak orang tuanya tidak lagi memimpin negara ini, penduduk sekitar merobohkan pagar. Yang mengebiri keindahan sudut pulau ini. Yang menghadap ke laut Cina Selatan. Jauh dari keramaian.

Saya tidak pernah lagi mengunjunginya. Semoga suatu saat ada kesempatan. Ingin melihat perubahan. Kabarnya pariwisata sudah hadir disana. Saya penasaran. Apakah sudut ini masih terjaga kesunyiannya. Atau sudah berpagar kembali. Hanya untuk orang-orang tertentu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.